Energi Terbarukan
Kehidupan di bumi berlangsung karena
adanya energi. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari, kamu perlu energi dari
makanan. Begitu pula
dengan hewan membutuhkan energi untuk hidupnya. Dalam kehidupan manusia,
penggunaan energi semakin meluas. Energi dibutuhkan untuk industri,
transportasi, keperluan rumah tangga seperti memasak, dan penerangan rumah.
Mobil tidak dapat berjalan tanpa bahan bakar. Kegiatan industri akan terhenti jika
bahan bakar mesin tidak tersedia. Makanan kita sebagian besar berasal dari
tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Dan pada
kesempatan satu ini, saya akan secara khus membahas tentang energi-energi yang
terbarukan.
Energi yang terbarukan adalah energi yang
dapat digunakan terus-menerus karena ketersediaannya dapat diusahakan kembali.
Sumber energi yang terbarukan di antaranya matahari, angin, air, biomassa,
panas bumi, dan lain-lain.
1.
Matahari
Matahari menghasilkan
energi dari reaksi nuklir yang terjadi di dalam inti matahari. Reaksi tersebut
diperkirskan masih akan berlangsung selama lima miliar tahun ke depan. Matahari
menghasilkan energi panas dan energi cahaya. Energi cahaya matahari dapat
diubah menjadi listrik. Alat yang digunakan disebut sel surya. Sel surya kecil
digunakan untuk menghidupkan jam dan kalkultor. Sel surya yang lebih rumit
digunakan untuk satelit di luar angkasa.
Energi
panas matahari juga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Panas matahari
dipantulkan dengan cermin ke satu titik pusat. Titik pusat biasanya berupa
tower pemanas yang berisi cairan molten
salt. Cairan panas yang mengalir akan menyebabkan perbedaan tekanan dan
menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.
2.
Air
Air terjun dan air bendungn mempunyai energi potensial
dan energi kinetik yang besar. Energi ini dapat digunakan untuk memutar turbin
sehingga menghasilkan listrik. Sumber energi ini disebut tenaga hidroelektrik.
Gelombang air laut atau ombak memiliki banyak energi saat memecah pantai.
Energi ini mampu menghasilkan listrik dengan menggerakan turbin. Akan tetapi,
pembangkit listrik ini menghasilkan listrik yang tidak stabil karena ombak yang
terkadang lemah.
Pasang surut air laut juga merupakan penghasil energi
listrik yang disebut energi tidal atau energi pasang surut. Saat air laut
pasang dan mengalir ke muara sungai, arus air dapat digunakan untuk memutar
turbin sehingga menghasilkan listrik. Begitu pula saat air surut dan kembali ke
laut. Akan tetapi, pembangkit listrik ini mempunyai kekurangan. Pembangkit
listrik ini mengganggu gerakan kapal, migrasi ikan ketika melewati turbin.
3.
Angin
Angin
terbentuk karena penyebaran panas matahari yang tidak merata di permukaan bumi.
Perbedaan panas ini menyebabkan perbedaan tekanan udara. Adanya perbedaan
tekanan mengakibatkan udara bergerak menjadi angin. Angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
listrik. Angina kencang mampu memutar bilah-bilah pada kincir angin. Bilah-bilah dihubungkan pada sebuah generator. Saat bilah bergerak, generator
akan membangkitkan listrik. Jumlah listrik yang dihasillkan mampu tergantung
pada angina yang bertiup. Apabila angin bertiup kencang dihasilkan listrik
dalam jumlah besar.
4. Biomassa
Biomassa
adalah sumber energi yang berasal dari tanaman dan hewan. Kayu dan tanaman
kering yang dibakar dapat memanaskan air membentuk uap. Uap yang dihasilkan
mampu memutar turbin sehingga menghasilkan listrik. Biomassa juga dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan bakar mesin. Sebagai contoh minyak jarak
yang diolah sebagai biodiesel dan ubi kayu yang menghasilkan etanol. Bahan bakar
ini ramah lingkungan karena hamper tidak menghasilkan polusi sama sekali. Persediaan
bahan bakar ini tidak pernah habis karena mudah digantikan dengan tanaman baru.
Selain
tanaman, sumber energi biomassa juga diperoleh dari hewan. Kotoran hewan yang telah
dikeringkan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Di India, kotoran binatang
dikumpulkan dan dibentuk lempengan. Lempengan ini kemudian digunakan untuk
memasak. Di Inggris, kotoran ayam dikumpulkan dan dikeringkan. Kotoran ayam
yang sudah kering dibakar untuk memanaskan air sehingga menghasilkan uap dan
digunakan untuk menghasilkan listrik.
5. Panas
Bumi
Panas
bumi berasal dari reaksi nuklir di dalam kerak bumi. Reaksi ini melepaskan
energi panas yang naik ke atas. Saat air dalam tanah bertemu dengan panas ini,
air mendidih, berubah menjadi uap dan keluar sebagai geiser. Uap air yang
keluar dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menggerakan generator
penghasil listrik.
.






Komentar
Posting Komentar