Pemanfaatan Energi Angin dan Matahari
- Pemanfaatan Energi Angin
Energi angin merupakan salah satu jenis energi yang mungkin tidak pernah kita sadari. Sesuai dengan namanua, energi angin memanfaatkan kekuatan dan tenaga angin untuk menggerakan sesuatu. Angin sendiri merupakan udara yang bergerak, sehingga dapat menimbulkan gaya. Energi angin sebenarnya dapat muncul setiap saat dan setiap waktu, namun intensitasnya tidak tentu, kadang besar dan juga kadang kecil, sehingga sulit diprediksi. Namun demikian ada beberapa daerah yang serinh berangin, sehingga serinh dimanfaatkan energinya.
Energi angin dimanfaatkan tidak hanya oleh manusia, namun juga semua makhluk hidup yang ada di bumi. Apa saja manfaat dari energi angin? Berikut ini adalah beberapa diantaranya:
- Pembangkit Listrik
Manfaat yang pertama dari energi angin ialah sebagai salah satu sumber pembangkit listrik. Energi angin dapat menggerakan alat yang sering kita kenal sebagai kincir angin sebagai pembangkit listrik. Dengan menggunakan energi sebagai pembangkit listrik, maka kita akan dapat mengurangi pencemaran dan polusi udara, serta menjaga keutuhan cadangan bahan bakar.
- Penggerak Kapal Layar
Saat ini, masih ada beberapa kapal nelayan yang melaut dengan memanfaatkan energi angin. Dengan menggunakan kapal layar, maka kapal yang mereka tumpangi dapat bergerak tanpa menggunakan mesin sekalipun. Manfaat energi angin bagi nelayan sebagai penggerak dari kapal layar ini adalah:
- Ekonomis, dan hemat biaya
- Desain kapal yang lebih simpel
- Tidak menimbulkan pencemaran udara
- Tidak berisik
2. Pemanfaatan Energi Matahari
Energi surya adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya alam bentuk lain. Energi surya menjadi salah satu sumber pembangkit daya selain air, uap, angin, biogas, batu bara, dan minyak bumi. Teknik pemanfaatan energi surya mulai muncul pada tahun 1839, ditemukan oleh A.C. Becquerel. Ia menggunakan kristal silikon untuk mengkonversi radiasi matahari, namun sampai tahun 1955 metode itu belum banyak dikembangkan. Selama kurun waktu lebih dari satu abad itu, sumber energi yang banyak digunakan adalah minyak bumi dan batu bara. Upaya pengembangan kembali cara memanfaatkan energi surya baru mucul lagi pada tahun 1958. Sel silikon yang dipergunakan untuk mengubah energi surya menjadi sumber daya mulai diperhitungkan sebagai metode baru, karena dapat digunakan sebagai sumber daya bagi satelit angkasa luar.





Komentar
Posting Komentar